<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan untuk Anak-anakku</title>
	<atom:link href="http://ahmadsaef.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadsaef.wordpress.com</link>
	<description>Cerita untuk Bekal Hari Esok</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Sep 2009 06:44:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahmadsaef.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan untuk Anak-anakku</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahmadsaef.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan untuk Anak-anakku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahmadsaef.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Siapa Takut pada Gelap</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2009/09/11/siapa-takut-pada-gelap/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2009/09/11/siapa-takut-pada-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 06:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/2009/09/11/siapa-takut-pada-gelap/</guid>
		<description><![CDATA[1) Sabtu, 28 Maret 2009. Jarum panjang menunjuk pada angka 5, itu artinya 5 menit lagi jam 20.30 WIB. Suasana semakin hening dan terasa menegangkan. Raihan menutupi mukanya dengan bantal, sementara Chika memeluk erat aku seakan tidak mau dilepaskan. Ketika akhirnya jarum panjang tepat di angka 6, Raihan mengangkat bantalnya dengan muka celingukan dan tatapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=48&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1)</p>
<p>Sabtu, 28 Maret 2009. Jarum panjang menunjuk pada angka 5, itu artinya 5 menit lagi jam 20.30 WIB. Suasana semakin hening dan terasa menegangkan. Raihan menutupi mukanya dengan bantal, sementara Chika memeluk erat aku seakan tidak mau dilepaskan.</p>
<p>Ketika akhirnya jarum panjang tepat di angka 6, Raihan mengangkat bantalnya dengan muka celingukan dan tatapan mata yang seakan-akan bertanya tentang apa yang sedang terjadi. Sementara dengan nalurinya, Chika melonggarkan pelukan dan menatap ke lampu di ruangan tempat kami biasa berkumpul…</p>
<p>Tanpa perlu menunggu lebih lama, anak-anak pun bertanya, “Kok, lampunya tidak mati?”</p>
<p>Ya. Saat itu adalah waktu di mana <em>earth hour</em> dimulai. Dalam benak anak-anakku, ketika <em>earth hour</em> tiba, semua lampu akan mati, dan saat itu kegelapan akan melingkupi semuanya. Kegelapan lah yang membuat anak-anakku mengalami ketegangan yang luar biasa…</p>
<p>Sebenarnya aku sudah menjelaskan tentang <em>earth hour</em>. Meskipun aku agak kesulitan menjelaskan dalam bahasa yang mudah dicerna oleh alam pikiran anak-anak, tapi tampaknya prinsip mematikan lampu, untuk mendukung kesadaran atas kebutuhan adanya tindakan menghadapi perubahan iklim, dapat diterima oleh anak-anak. Yang tidak dapat diterima oleh anak-anak adalah bahwa kita sendiri yang dianjurkan untuk mematikan lampu. Menurut anak-anak, berdasarkan informasi dari televisi dan sekolah, lampu akan mati otomatis saat <em>earth hour</em>.</p>
<p>Lima menit lewat, setelah anak-anakku mulai memahami apa yang terjadi, aku mengusulkan untuk mematikan lampu-lampu di rumah. Awalnya anak-anak tidak setuju, tapi kemudian setelah aku membagi-bagi tugas siapa-mematikan-lampu-di-mana, anak-anak berlomba menunaikan tugasnya. Dan dalam tempo kurang dari satu menit, rumah pun menjadi gelap…</p>
<p>Lima menit di awal kegelapan, kami hanya mendengar suara napas kami masing-masing.</p>
<p>Lima menit kedua lewat, anak-anak mulai gelisah.</p>
<p>Lima menit ketiga…., tampaknya adalah batas dari semua kegelapan yang –bagi anak-anak—cukup menyesakkan…</p>
<p>“Ayah, lampunya dinyalakan lagi ya….?!”,  teriak Chika.</p>
<p>Awalnya aku menjelaskan bahwa lamanya mematikan lampu belum 1 jam, tetapi istriku memberi kode kalau hal itu tiada guna demi melihat kondisi Chika yang kelihatan tidak nyaman dalam kegelapan, akhirnya –sambil menyesalkan karena kami tidak menyiapkan lilin&#8211; kembali aku bersabda, “Oke, semua lampu dinyalakan lagi”. Dan tidak perlu mengulang sampai dua kali, mereka kembali berlomba menyalakan lampu seperti halnya 15 menit sebelumnya mereka mematikan lampu.</p>
<p>(2)</p>
<p><em>Earth hour</em> merupakan kampanye perubahan iklim global WWF (<em>World Wild Fund</em>). Individu, pelaku bisnis, pemerintah dari berbagai negara di semua belahan dunia akan mematikan lampu selama satu jam sebagai pernyataan dukungan upaya penanggulangan perubahan iklim pada hari sabtu terakhir setiap tahun, atau untuk tahun ini adalah hari Sabtu, 28 Maret pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat). Bayangkan saja, apabila 1 jam lampu di Jakarta padam, hitungannya adalah sama dengan 300 MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa), mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta, mengurangi emisi CO2 sekitar 284 ton CO2, menyelamatkan lebih dari 284 pohon dan menghasilkan udara bersih untuk lebih dari 568 orang (sumber dari <a href="http://www.earthhour.wwf.or.id/takeaction.php">http://www.earthhour.wwf.or.id/takeaction.php</a>).</p>
<p>Tampaknya pilihan ini tidak nyaman untuk dunia anak-anak, setidaknya untuk anak-anakku. Aku ingat lagunya Tasha dengan Eross Sheila on 7, <em>Jangan Takut Akan Gelap</em>, lagu ini seolah-olah meneguhkan ketakutan anak-anak pada kegelapan…</p>
<p>Mungkin sebenarnya ketakutan itu hanya karena ketidakbiasaan saja. Karena ketika kita –siapapun—mengalami pengalaman yang tidak biasa, rasa takut niscaya akan menyergap. Waktu aku masih kecil, aku terbiasa dengan kegelapan, setidaknya sampai listrik PLN masuk ke desaku ketika aku kelas 3 SD. Bahkan, ketika Gunung Galunggung meletus, hujan abu yang pekat semakin membuat suasana malam semakin gelap mencekam, aku tidak ingat apakah aku mengalami ketakutan…</p>
<p>Anak-anak sekarang tidak terbiasa dengan suasana gelap. Anak-anak terbiasa dengan suasana malam hari yang terang benderang oleh lampu-lampu listrik. Anak-anak tidak tahu bahwa malam yang gelap membuat bulan purnama semakin indah untuk dinikmati. Padahal pernah ada suatu masa, ketika hiburan bagi anak-anak di malam hari, tiba hanya ketika malam bulan purnama&#8230;</p>
<p>Mungkin sesungguhnya kita harus lebih sering mematikan lampu secara bersama-sama. Selain untuk mendukung upaya-upaya penyelamatan bumi, setidaknya <em>horizon</em> di kaki langit Jakarta akan gelap sehingga semua bintang-bintang akan terlihat berkerlap-kerlip dan aku bisa mengajak anak-anakku menikmati malam bulan purnama dalam kegelapan yang tidak lagi menakutkan&#8230;</p>
<p>(3)</p>
<p>”<em>Oray-orayan, luar leor mapay sawah. </em><em>Entong ka sawah, parena keur sedeng beukah. Oray-orayan, luar leor mapay kebon. Entong ka kebon, loba barudak keur ngangon. Mending ge teuleum, di leuwi loba nu mandi. Saha anu mandi, anu mandina pandeuri” </em>(Bergerak seperti ular, meliuk-liuk menyisir sawah. Jangan pergi ke sawah, padinya sedang menguning. Bergerak seperti ular, meliuk-liuk menyisir kebun. Jangan ke kebun, banyak anak sedang mengangon ternak. Lebih baik menyelam, di sungai banyak yang mandi. Siapa yang mandi, yang terakhir yang mandi).</p>
<p>(Petikan lagu ketika anak-anak di Tatar Sunda memainkan permainan Oray-orayan di bawah terang bulan purnama)<em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=48&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2009/09/11/siapa-takut-pada-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catur (1)</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2009/09/11/catur-1/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2009/09/11/catur-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 04:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-KINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya kita ditanya apa olahraga paling populer di Indonesia? Tentu saja olahraga sepakbola dan bulutangkis akan menempati urutan teratas dari deretan cabang olah raga lainnya. Meskipun sepakbola adalah olahraga miskin prestasi di Indonesia dan pertandingan liga terbaiknya selalu dihiasi baku hantam, sepakbola menempati hati jutaan manusia Indonesia. Bulutangkis? Indonesia memiliki sejarah yang manis dalam prestasi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=44&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seandainya kita ditanya apa olahraga paling populer di Indonesia? Tentu saja olahraga sepakbola dan bulutangkis akan menempati urutan teratas dari deretan cabang olah raga lainnya. Meskipun sepakbola adalah olahraga miskin prestasi di Indonesia dan pertandingan liga terbaiknya selalu dihiasi baku hantam, sepakbola menempati hati jutaan manusia Indonesia. Bulutangkis? Indonesia memiliki sejarah yang manis dalam prestasi, dalam beberapa dekade selalu menjadi kampiun dunia, tetapi saat ini justru paceklik prestasi. Cabang olahraga lainnya mungkin akan beragam dan tidak akan memiliki perbedaan signifikan dari sisi popularitas.</p>
<p>Pertanyaannya adalah, di mana posisi olahraga catur? Aku tidak tahu jenis olahraga adu otak ini berada di berapa banyak benak manusia Indonesia. Yang aku tahu pasti, saat ini catur berada di pikiran anakku, Raihan.</p>
<p>Hampir setiap aku pulang kerja, Raihan selalu menungguku untuk bermain catur, minimal 2 babak. Padahal hampir setiap hari aku sampai rumah jam 8-9 malam, dan kami bermain catur setidaknya memakan waktu 1 jam&#8230;</p>
<p>Aku sendiri tidak habis pikir bagaimana bisa Raihan menyukai permainan catur. Seingatku dulu, waktu dia umur 3 tahun, aku pernah membelikan papan catur dan hanya menjadi permainan khas anak-anak usia tersebut yang sesukanya saja tanpa mempedulikan kaidah permainan catur yang <em>njelimet</em>, padahal aku sudah susah payah mengajarinya.</p>
<p>Dua bulan lalu adalah awal dari semua kegilaan catur ini dan sejak saat itu aku mulai berpikir untuk mengarahkan kegemarannya yang terbaru. Masalahnya adalah aku bukan pemain catur <em>betulan</em>. Aku cuma pemain catur <em>kampungan</em> yang belajar otodidak tanpa tahu teori-teori catur yang benar. Dulu sempat <em>pengen</em> belajar catur <em>beneran</em>, tapi tidak tahu mulai dari mana dan ke mana, sehingga akhirnya terlupakan begitu saja oleh kesibukan minat-minat yang lain. Supaya minat catur Raihan tidak sia-sia dan terarahkan dengan baik, aku mulai terpikirkan untuk mencarikan sekolah catur. Maka mulai lah aku bertanya-tanya ke <em>Om Google&#8230;</em></p>
<p>Wah, ternyata di Karawaci, Tangerang tidak ada informasi tentang sekolah catur. Bahkan Percasi Tangerang pun tidak ada info alamatnya, setidaknya aku bisa bertanya tentang sekolah catur di Tangerang. Raihan tidak bisa menunggu, waktu berjalan terus dan tidak boleh ada kesalahan dalam bagaimana belajar catur yang benar.</p>
<p>Aku kembali ke <em>Om Google</em> dan mulailah aku mempersiapkan diriku menjadi guru catur untuk Raihan dengan cara belajar dari ratusan <em>e-book</em> catur yang secara gratis bisa aku unduh. Tidak semua <em>e-book</em> aku baca, aku hanya baca 3 <em>e-book</em> saja, itu pun hanya untuk tahap pembukaan, belum pada tahap-tahap berikutnya.</p>
<p>Rupanya pusing juga belajar sendiri tentang catur, selain bahasa Inggris, aku harus membiasakan diri memahami notasi catur yang seperti rumus-rumus kimia. Permainan catur menggunakan 64 buah bidang kotak hitam dan putih, dan masing-masing kotak memiliki identitas notasi. Demikian juga dengan buah catur, contohnya kuda dengan notasi N, raja dengan notasi K, menteri dengan notasi Q dan seterusnya.</p>
<p>Permainan catur terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap pembukaan, tahap pengembangan dan tahap akhir. Masing-masing tahap bisa terdiri dari beragam jenis permainan dengan nama berbeda-beda. Misalnya untuk pembukaan, buah putih terdapat pembukaan gambit raja, pembukaan hindia, pembukaan <em>ruy lopez</em>, sementara buah hitam terdapat pertahanan <em>sicilia</em>, pertahanan <em>caro kann</em>. Dari setiap jenis pembukaan ini, masih ada lagi beragam varian, misalnya pembukaan terbuka, setengah terbuka, tertutup dan setengah tertutup. Tidak dapat dibayangkan berapa banyak jenis permainan catur ! Dan mengingat hal ini, entah apa isi pikiran seorang Gary Kasparov&#8230;.</p>
<p>Mengingat demikian rumit dan beragamnya permainan ini, aku putuskan untuk membawa secara santai tatkala bermain catur bersama Raihan. Selain aku sendiri masih belajar, aku tidak mau kerumitan catur akan membuat Raihan jera untuk menggemari olahraga adu otak ini. Pilihan ini akan memberi dampak pada hasil akhir terhadap waktu. Aku tidak tahu dalam waktu berapa lama dan menjadi apa, apabila cara pengajaran ini dilakukan terhadap Raihan. Yang penting adalah aku bisa menghabiskan waktu bermain catur bersama anakku dengan keyakinan bahwa hal ini dilakukan dengan benar.</p>
<p>Yang terbaik memang belajar di sekolah catur. Sambil belajar sendiri, aku akan terus mencari informasi sekolah catur di Tangerang. Aku juga tidak tahu, jangan-jangan kegemaran Raihan ini hanya musiman alias beberapa waktu ke depan dia sudah bosan lagi seperti kebosanannya yang terakhir terhadap taekwondo&#8230; Yang pasti, sudah sejak kecil dia tidak bosan bermain sepakbola, di lapangan maupun dalam <em>games</em>&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=44&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2009/09/11/catur-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sufi</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/11/30/sufi/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/11/30/sufi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 02:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-KINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Aku seorang sufi, yaitu suka film. Ini tidak ada hubungan dengan hal-hal filosofis-nya Al Ghazali. Suka film dalam arti menyenangi kegiatan menikmati pertunjukan sebuah film, terutama film cerita. Saking sukanya dengan film, pernah pada satu masa, setiap minggu minimal satu kali menikmati film di bioskop, bahkan sampai kenal dengan manajer bioskop dan beberapa kali dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=36&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content">
<div class="entry-body">
<p>Aku seorang sufi, yaitu suka film. Ini tidak ada hubungan dengan hal-hal filosofis-nya Al Ghazali. Suka film dalam arti menyenangi kegiatan menikmati pertunjukan sebuah film, terutama film cerita. Saking sukanya dengan film, pernah pada satu masa, setiap minggu minimal satu kali menikmati film di bioskop, bahkan sampai kenal dengan manajer bioskop dan beberapa kali dapat fasilitas gratis&#8230;.</p>
<p>Nah, setelah menikah, kegiatan ini frekuensinya berkurang. Menikmati film dilakukan di rumah dengan fasilitas yang berbeda dibandingkan bioskop. Meskipun ada fasilitas <em>home theater </em>mini, tetap saja tidak bisa maksimal, terlebih apabila anakku sudah tidur. Pasti selalu diingatkan untuk mengurangi efek-efek suara yang sangat aku sukai&#8230;</p>
<p>Menikmati film di rumah memiliki keterbatasan, terutama dalam hal frekuensi. Terlebih setelah anak-anakku mengenal televisi, wah&#8230; aku pasti harus mengalah dan ikut menikmati pertunjukan televisi bersama anak-anak. Aku mengambil sisi positifnya, setidaknya mengetahui perkembangan tayangan berkualitas untuk anak-anak.</p>
<p>Permasalahan timbul apabila aku sangat ingin sekali menikmati satu acara televisi, biasanya acara olah raga atau film cerita, tetapi bentrok dengan kepentingan anak-anakku. Kalau sudah seperti ini, akal sehatku suka hilang. Perlahan tapi pasti, aku melakukan pengkondisian supaya anak-anakku &#8220;mengalah&#8221;. Dan biasanya dengan cara persuasif &#8211;beberapa kali dengan rada mengancam&#8230;.&#8211;biasanya aku berhasil menikmati tayangan favoritku&#8230;</p>
<p>Beberapa bulan belakangan, bentroknya kepentinganku untuk menikmati tayangan televisi justru bukan dengan acara-acara favorit anak-anak. Beberapa kali, dalam setiap minggu, terdapat acara &#8220;incaran&#8221; yang ingin aku nikmati tetapi pada saat bersamaan, anakku justru masih belajar pelajaran sekolah. Tayangan setiap hari film &#8220;Smallville&#8221; yang menjadi favoritku, lebih sering terlewatkan karena aku harus memikirkan &#8220;perasaan&#8221; anak-anak yang sedang belajar. Meskipun ruang belajar dengan ruang tv berbeda, tapi hal ini pasti mengganggu konsentrasi mereka. Untuk film cerita, aku bisa kompromi, karena biasanya aku bisa menikmatinya via DVD. Tetapi, untuk tayangan langsung olah raga biasanya aku kesulitan untuk &#8220;berdamai&#8221;.</p>
<p>Di sinilah letak problem utamanya&#8230; Aku masih harus banyak belajar untuk menjadi ayah yang baik untuk anak-anakku. Ternyata masih ada ego yang lebih kuat ketimbang pilihan masa depan mereka&#8230;</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=36&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/11/30/sufi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rapor Anakku</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/09/13/rapor-anakku/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/09/13/rapor-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 05:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-KINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Sudah seminggu anakku, Raihan, libur sekolah. Saat ini aku ingat nilai-nilai dalam rapornya. Alhamdulillah, nilai-nilai yang tertera cukup memuaskan. Bahkan bahasa Inggris dapat 10, yang lain di atas 8. Yang membuat tanda tanya justru pelajaran keterampilan. Raihan cuma dapat 7&#8230; Ah&#8230;yang bisa kulakukan hanya bertanya-tanya pada Mama-nya, mengapa nilai pelajaran keterampilan dapat 7. Juga aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=37&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content">
<div class="entry-body">
<p>Sudah seminggu anakku, Raihan, libur sekolah. Saat ini aku ingat nilai-nilai dalam rapornya. Alhamdulillah, nilai-nilai yang tertera cukup memuaskan. Bahkan bahasa Inggris dapat 10, yang lain di atas 8. Yang membuat tanda tanya justru pelajaran keterampilan. Raihan cuma dapat 7&#8230;</p>
<p>Ah&#8230;yang bisa kulakukan hanya bertanya-tanya pada Mama-nya, mengapa nilai pelajaran keterampilan dapat 7. Juga aku tanya Raihan langsung. Tentu saja bertanya dengan cara yang sesuai alam pikirnya, artinya bertanya sambil main <em>game </em>PC FIFA08, soalnya kalau tidak begitu, jawabannya pasti : &#8220;tidak tahu&#8230;&#8221;</p>
<p>Hal ini jadi catatan sendiri bagiku. Di sisi lain, mungkin juga &#8220;<em>like father, like son&#8230;</em>&#8220;. Lo? Ya. Waktu aku sekolah dulu, di raporku juga pelajaran keterampilan selalu &#8220;unjuk gigi&#8221; dengan nilai paling kecil. Mungkin Raihan mewarisi itu&#8230;.</p>
<p>Ingatanku melayang ke jaman SD dulu. Kalau ada pelajaran keterampilan, pasti selalu repot. Ujung-ujungnya aku lari ke kali di belakang sekolah, di sana mencari-cari tanah liat (lempung)&#8230;. Sebenarnya kali tersebut cukup jauh. Melewati rumah penduduk terlebih dulu, setelah itu sampai di jalanan desa di tepi kali, lalu &#8220;tuturubun&#8221; deh menyusuri tebing kali&#8230;.sambil cari-cari lempung&#8230;</p>
<p>Ada cerita khusus tentang kali ini. Setiap beberapa periode tertentu, sekolah SD ku selalu mengadakan kerja bakti. Kalau tidak disuruh bawa batu-bata satu murid dua biji, ya&#8230; apalagi kalau bukan ngangkut pasir dari kali. Biasanya antara kelas 1-6 bergantian antara bawa bata atau pasir. Aku paling sebel kalau kebagian ngangkut pasir dari kali&#8230; <em>Capekkk bo&#8230;..</em></p>
<p><em>U can imagine this&#8230;.</em></p>
<p>Lepaskan semua alas kaki kita, karena kita mau <em>nyebur </em>ke kali. <em>Nyeker. </em>Jalan kaki melewati perkampungan selama 10 menit. Turun tebing kali dengan kemiringan antara 45-60 derajat. Turunnya si tidak apa-apa. Naiknya ? Di bahu kita sudah ada sekantong plastik berat 1 kg untuk diangkut sampai sekolah&#8230;. Terus bolak-balik sampai setengah hari&#8230;&#8230;!!! Untuk dua rit awal si kita bisa <em>happy</em> sambil bercanda-canda, tapi seterusnya ngos-ngosan dan mulai males&#8230;&#8230;</p>
<p>Kok jadi ngelantur&#8230;.</p>
<p>Kembali ke laptop&#8230;.</p>
<p>Pendidikan (di antaranya sekolah), merupakan dasar untuk mempersiapkan manusia sejak dini dalam menghadapi masa berikutnya dalam tahapan hidup di dunia. Terpenting adalah bagaimana manusia yang mengikuti pendidikan tersebut disiapkan secara mental atau psikologis. Nilai-nilai dalam rapor hanyalah satu cara manusia untuk melakukan standardisasi dan kuantifikasi sehingga memudahkan dalam mengatur jenjang pendidikan itu sendiri. Aku cukup lega mendengar &#8220;laporan&#8221; istriku tentang perkembangan <em>softskill </em>Raihan. Menurut istriku, pilihan sekolah yang kami ambil untuk Raihan belajar tidak salah.</p>
<p>Aku lebih memilih sekolah yang mengutamakan pengembangan <em>softskill </em>anak. Dalam pengertian, anak tidak dibebani oleh hapalan-hapalan yang tidak jelas <em>juntrungannya</em>. Atau anak tidak dibebani dengan waktu tambahan belajar atau les. Aku menolak Raihan ikut les bahasa Inggris, terlalu berat untuk anak umur 6 tahun. Toh, alhamdulillah, tanpa les nilai bahasa Inggris-nya malah dapat 10&#8230;Siapa dulu ayahnya (sombong <em>mode</em>: ON).</p>
<p>Anak harus dibiarkan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Orangtua sekedar mengarahkan, memberitahu mana yang benar dan salah, yang baik dan buruk. Dan, tentu saja sebagai orangtuanya, memberi contoh dengan perbuatan.</p>
<p>Memberi contoh perbuatan adalah hal yang berat bagi orangtua. Setidaknya bagi diriku sendiri. Bayangkan saja, saat Piala Eropa kemarin, aku tidak boleh nonton siaran tunda jam 20.00 karena saat itu Raihan harus belajar&#8230;. Kalau siaran langsung dini hari, malah tv yang nonton aku, soalnya aku ketiduran&#8230;.</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=37&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/09/13/rapor-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setitik Cinta saat Rush Hour&#8230;.</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/09/01/setitik-cinta-saat-rush-hour/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/09/01/setitik-cinta-saat-rush-hour/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-KINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Jam masih menunjukan waktu tepat pukul 07.00. Persimpangan Tomang padat dan macet seperti biasa. Aku masih menunggu lampu merah menyala hijau pada arah ke Tomang Raya dari tol Kebon Jeruk &#8230;. Tampaknya setiap orang punya harapan sama untuk tiba di tujuan secepat mungkin. Terlihat dari padat dan rapatnya mobil-mobil di setiap lajur jalan. Hampir tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=34&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jam masih menunjukan waktu tepat pukul 07.00. Persimpangan Tomang padat dan macet seperti biasa. Aku masih menunggu lampu merah menyala hijau pada arah ke Tomang Raya dari tol Kebon Jeruk &#8230;. Tampaknya setiap orang punya harapan sama untuk tiba di tujuan secepat mungkin. Terlihat dari padat dan rapatnya mobil-mobil di setiap lajur jalan. Hampir tidak ada ruang, bahkan untuk pedagang asongan lewat sekalipun. Dan antrian kendaraan ini mengular hingga ke Kebon Jeruk di KM +4.0.</p>
<div class="entry-content">
<div class="entry-body">
<p>Suasana pagi terasa panas dengan pekatnya asap dan bisingnya suara beragam kendaraan bermotor. Rasanya ujian hari itu sudah dimulai di jalan raya bagi setiap penikmat kemacetan rutin ibukota. Anehnya, setiap orang seolah memasrahkan diri dalam belitan rutinitas kemacetan ini setiap hari.</p>
<p>Entahlah&#8230; Tiba-tiba lamunanku buyar oleh pergerakan yang tiba-tiba dari antrian mobil-mobil di lajur kanan arah ke Slipi. Aku pikir lampu sudah menyala hijau&#8230; Lho, kok masih merah&#8230;.?</p>
<p>Belum genap aku terheran-heran, sayup-sayup telingaku mendengar raungan mirip sirine mobil <em>ambulance</em>. Betul. Semakin jelas meraung-raung suara tersebut, aku semakin mengerti apa yang sedang terjadi. Rupanya mobil-mobil bergerak untuk memberi jalan pada mobil <em>ambulance </em>agar bisa lewat.</p>
<p>Aku perhatikan semua dengan cermat. Polisi di sekitar lampu merah tampak memberi aba-aba agar kendaraan di lajur kanan maju sampai setengah persimpangan lampu merah. Hal ini tentu saja tepat berada di depan antrian kendaraan lampu merah dari arah Slipi. Rupanya hal ini dilakukan untuk memberi ruang pada mobil <em>ambulance </em>untuk lewat. Semua mobil seperti berlomba untuk bergerak memberi celah.</p>
<p>Raungan sirine semakin keras dan akhirnya lewatlah mobil <em>ambulance </em>dengan gesit di antara ruang tersisa. Dengan cepat hilang dari pandangan menuju arah Slipi. Aku pikir, mungkin dia sedang membawa pasien gawat darurat ke RS Harapan Kita.</p>
<p>Semua rangkaian kejadian tersebut hanya memakan waktu kurang dari 2 menit, tapi justru membuat aku terus merenung sepanjang sisa perjalanan menuju kantor. Aku terhenyak. Di tengah-tengah ketergesaan manusia Jakarta, egoisme pribadi yang tidak mau mengalah, berebut celah jalan supaya berada di urutan depan antrian, masih tersisa rasa kemanusiaan menolong sesama. Memberi kesempatan pada kondisi darurat. Diam-diam aku bersyukur. Dalam suasana tekanan lalu lintas yang begitu mengesalkan, ribuan manusia yang mengantri saat itu masih memiliki perasaan sama untuk memberi jalan kepada orang yang lebih membutuhkan. Bagaimana ini bisa terjadi?</p>
<p>Sesungguhnya dalam diri setiap manusia masih tersimpan segumpal darah yang mengendalikan semua jasad-raga-fisik. Setiap pilihan tindakan pasti melalui proses internal yang melibatkan hati. Hati memberikan penilaian pada keputusan yang akan diambil oleh pikiran. Berapa besar hati diberi kesempatan, tergantung masing-masing karakter dan nilai anutan manusia tersebut.</p>
<p>Pada kasus mobil <em>ambulance </em>di atas, patut diduga semua manusia yang terlibat memiliki proses internal sama, yaitu melibatkan hati secara lebih dominan. Meskipun pikiran mendesak untuk segera sampai tujuan, tapi hati mengatakan lain.</p>
<p>Rasa cinta pada sesama manusia lebih kuat. Mungkin rasa empati terhadap manusia yang berada dalam <em>ambulance</em> telah menstimulasi tumbuhnya rasa cinta tersebut. Perasaan yang sama terhadap suatu hal dapat memberikan motivasi positif untuk sesama.</p>
<p>Bagaimana jika hal ini bisa diterapkan pada hal yang lebih luas lagi? Aku yakin, tidak akan ada peristiwa perampasan hak pada berbagai aspek kehidupan. Tidak akan ada tindak kejahatan, korupsi, manipulasi dan tindakan curang lainnya. Tapi seolah aku disadarkan dari lamunan ini. Kehidupan memiliki logika tersendiri, saling terkait satu dengan lainnya. Kehidupan memiliki sistem. Rasa cinta hanya salah satu unsur dari sistem tersebut. Sesungguhnya manusia hanya menjalani sistem ini. Dan untuk itu, kita telah dibekali untuk dapat memilih yang terbaik, untuk diri kita, keluarga kita, lingkungan kita bahkan dunia dan akhirat kita&#8230;.</p>
<p><em>Wallahu &#8216;alam bi showwab&#8230;.</em></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=34&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/09/01/setitik-cinta-saat-rush-hour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi Anakku</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/07/28/puisi-anakku/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/07/28/puisi-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 09:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-KINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[20 Mei 2008, 23.52 wib. Delapan menit lagi hari kebangkitan nasional &#8220;berakhir&#8221;&#8230; Sepanjang hari ini, media massa nasional dipenuhi liputan dan laporan tentang harkitnas. Apakah ada artinya sepanjang hari ini untukku&#8230;.? Yang jelas, dalam empat hari ini aku seolah diingatkan untuk selalu dan selalu, bahkan lebih dan lebih lagi, bersyukur kepada Allah SWT atas segala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=31&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>20 Mei 2008, 23.52 wib. Delapan menit lagi hari kebangkitan nasional &#8220;berakhir&#8221;&#8230;<br />
Sepanjang hari ini, media massa nasional dipenuhi liputan dan laporan tentang harkitnas. Apakah ada artinya sepanjang hari ini untukku&#8230;.?</p>
<p>Yang jelas, dalam empat hari ini aku seolah diingatkan untuk selalu dan selalu, bahkan lebih dan lebih lagi, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang hingga saat ini dengan seijin-Nya masih kami genggam erat&#8230;. Tak habis aku takjub, terpesona dan semakin bersyukur melihat perkembangan anak-anakku, terutama setelah mendampingi Raihan mengikuti program outbound dari sekolahnya, dan adanya &#8220;kejutan&#8221; pada hari ini saat dia minta bantuan aku untuk mengajarinya mengetik teks puisi dalam MS Word. Ya, anakku mendapat tugas membuat puisi untuk mengisi liburan satu harinya, dan aku tak tahan untuk mendokumentasikan puisinya di sini.</p>
<p>Judulnya : <strong>&#8220;Main Bola&#8221;</strong><br />
I. AKU hobi Main bola<br />
Aku bermain bola Pada Hari Sabtu<br />
Aku bermain bersama teman-temanku<br />
Melelahkan tapi mengasikan</p>
<p>II. aku bermain bola di lapangan<br />
di sekolah dan di rumah aku main bola<br />
hari panas Sampai-sampai Aku kecapean<br />
Tapi aku gembira</p>
<p>III. Aku sedih ketika aku sakit<br />
Aku tidak bisa bermain bola<br />
Aku jadi sebal Kesal Dan Geregetan<br />
Sekarang Aku sudah sehat<br />
Aku bisa main bola lagi Sampai puas</p>
<p>Tangerang, 20 mei 2008<br />
M. RAIHAN IRFANI HAIKAL</p>
<p>Tak henti-hentinya aku berdoa dan bersyukur, semoga hari esok selalu menjadi lebih baik dari hari ini. Amin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=31&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/07/28/puisi-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhenti Sejenak&#8230;.</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/05/05/29/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/05/05/29/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 06:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-KINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lewat satu bulan aku tidak posting tulisan. Sejak tulisan pertama, banyak yang ingin aku tuangkan, tetapi karena waktu terbatas, semua menjadi angan-angan belaka. Saat ini, meski pikiran masih kosong, aku beranikan untuk mulai ketak-ketik, siapa tahu bisa jadi tulisan yang bermanfaat (pada akhirnya). Entahlah. Selama satu bulan ini, beragam pengalaman aku lewati dan rasakan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=29&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lewat satu bulan aku tidak posting tulisan. Sejak tulisan pertama, banyak yang ingin aku tuangkan, tetapi karena waktu terbatas, semua menjadi angan-angan belaka. Saat ini, meski pikiran masih kosong, aku beranikan untuk mulai ketak-ketik, siapa tahu bisa jadi tulisan yang bermanfaat (pada akhirnya).</p>
<p>Entahlah. Selama satu bulan ini, beragam pengalaman aku lewati dan rasakan. Dari mulai situasi lalu lintas Jakarta yang semakin macet dan semrawut hingga situasi hati dan pikiran yang berputar-putar. Ya. Beberapa waktu ini pikiranku agak carut marut. Utamanya karena aku kembali merenungkan, apa yang aku lakukan selama ini sudah memberikan manfaat terbaik untuk lingkungan? Tentu saja, prioritas adalah untuk keluargaku : istri dan anak-anakku. Aku coba menyusun ulang secara singkat riwayat perjalananku selama ini. Apakah ada artinya untuk mereka? Dalam banyak hal, aku sangat yakin bisa memberikan manfaat, tapi ada satu hal yang kritikal dan krusial &#8211;yang meskipun hanya terjadi sekali&#8211; justru memberikan dampak tidak baik dan terasa hingga sekarang. Seorang teman, melalui forum friendster, mengatakan : &#8220;<em>at least you make the right thing for your life, even sometimes the way you through seemed so rough &amp; difficult </em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8220;</p>
<p>Nah. Pada dasarnya aku pernah mengambil keputusan atas suatu situasi yang aku rencanakan dengan tujuan untuk mengurangi resiko yang mungkin akan aku hadapi bila saatnya tiba. Meskipun aku punya alibi, tetapi yang di luar perkiraanku adalah ternyata aku harus menghadapi resiko lain yang lebih hebat dan memberikan akibat pada keluargaku. Sampai hari ini, aku belum bisa mengembalikan situasi menjadi sama dengan saat aku sebelum mengambil keputusan tersebut. Kami masih belum normal&#8230;</p>
<p>Sesungguhnya keputusan itu aku ambil hanya untuk idealisme. Aku ingin mendapatkan kepuasan pribadi dalam hal profesionalisme, karir dan pekerjaan. Sementara di sisi lain, aku khilaf, bahwa aku tidak sendiri lagi. Di belakangku berdiri istri dan dua anakku ikut menanggung akibat yang timbul karena adanya resiko tak terduga. Tak terduga lebih karena aku terlalu pe-de, percaya diri&#8230;. Dan hari ini, setelah semua yang kami alami, kami masih harus terus berjuang&#8230;</p>
<p>Apapun, aku bersyukur kami &#8211;sampai saat ini&#8211; berhasil melewati masa-masa penuh resiko tersebut. Banyak hikmah yang aku peroleh. Aku memandang dunia secara berbeda ketimbang waktu sebelumnya.</p>
<p>Ya ALLAH, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin&#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=29&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/05/05/29/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku dan Ibumu</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/03/28/aku-dan-ibumu/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/03/28/aku-dan-ibumu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 09:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-LALU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsaef.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Tidak usah aku ceritakan di mana aku dan ibumu bertemu. Paling tidak untuk saat ini belum waktunya. Sebagaimana kalian tahu, aku dibesarkan di lingkungan Sunda. Bapak dan ibuku adalah urang Sunda. Kami awalnya tinggal di daerah asal bapak, yaitu Kuningan untuk kemudian saat aku usia 6 tahun pindah ke Majalengka, tempat dari mana ibuku berasal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=21&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak usah aku ceritakan di mana aku dan ibumu bertemu. Paling tidak untuk saat ini belum waktunya.</p>
<p>Sebagaimana kalian tahu, aku dibesarkan di lingkungan Sunda. Bapak dan ibuku adalah <i>urang </i>Sunda. Kami awalnya tinggal di daerah asal bapak, yaitu Kuningan untuk kemudian saat aku usia 6 tahun pindah ke Majalengka, tempat dari mana ibuku berasal. Sampai aku akhirnya tinggal berpisah dari orangtua untuk melanjutkan sekolah ke SMA, kami masih menetap di Majalengka.</p>
<p>Entahlah, rasanya aku tumbuh besar biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh, berbeda, tidak lazim atau apa pun yang tidak umum di mata masyarakat. Yang jelas, ketika aku kuliah ke Bandung, bertemu dan berbaur dengan beragam etnik Indonesia, baru aku dengar stigma-stigma &#8220;aneh&#8221; tentang masyarakat Sunda. Aku dengar hal-hal yang aku pikir, masak sih? Nampaknya ada stereotip yang menancap dalam pada <i>urang </i>Sunda yang aku sendiri masih suka mempertanyakan. Tapi yang jelas, karena selama proses tumbuh dan dewasaku di lingkungan multi-etnik, aku pada akhirnya memiliki pengetahuan dan wawasan yang jauh lebih luas.</p>
<p>Istriku berasal dari etnik yang campursari. Lima puluh persen batak karena ayahnya bermarga Lubis, tepatnya mandailing tepatnya lagi (katanya) Pakantan, 25% betawi dan 25% aceh. Jadi anak-anakku akan memiliki komposisi, paling tidak Sunda 50%, batak 12,5% dst dst&#8230;.. Wah, masak kayak gini dikuantifikasi?</p>
<p>Entahlah apa yang menyatukan kami berdua. Sebenarnya kami sama-sama memiliki watak keras. Tentu saja dengan darah Sumatera yang mengalir di istriku, dengan sendirinya kekerasan tersebut sudah ada. Lha, aku sebagai orang Sunda malah terhitung punya watak keras juga. Tapi justru di situlah awal mula aku menyukai istriku. Saat awal kenal dulu, aku suka dengan gaya dia yang keras tapi cekatan, lugas, gesit dan serba ringkas&#8230;. Tak tahulah aku, mengapa istriku menerima aku sebagai suaminya. Padahal dia dahulu paling sebal dengan orang Sunda&#8230;. Dunia memang punya rahasianya sendiri.</p>
<p>Nah, sampai saat ini, sudah 7 tahun kami menikah, masih pada tahap mencari <i>blending</i>-an yang pas. Kalau <i>chemistry</i>-nya, Insya ALLAH kuat. Tahu kan ? Makanya jangan heran sampai hari ini, kami masih suka berantem, baik yang rame maupun yang diam-diaman&#8230;. Tapi, ya itulah kata orang tua, sendok dan garpu suka gemerincing beradu di atas piring&#8230;. Meskipun kalau sedang ribut rasanya menderita sekali, tapi setelah baikan, rasanya seperti bulan madu lagi&#8230;</p>
<p>Peun.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=21&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/03/28/aku-dan-ibumu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salam Pembukaan</title>
		<link>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/03/27/hello-world/</link>
		<comments>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/03/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 05:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsaef</dc:creator>
				<category><![CDATA[masa-AWAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum &#8230;. Keselamatan dan kesejahteraan semoga dilimpahkan untuk kita semua Bismillah&#8230; Aku mulai memberanikan diri untuk melakukan aktivitas di dunia web melalui wordpress ini. Aku pikir setiap orang harus punya jejak yang ditinggalkan, ibarat pepatah : gajah mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang, maka&#8230;. manusia mati, tentu saja, minimal, meninggalkan nama. Tapi, what [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=1&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum &#8230;.</p>
<p>Keselamatan dan kesejahteraan semoga dilimpahkan untuk kita semua</p>
<p>Bismillah&#8230;</p>
<p>Aku mulai memberanikan diri untuk melakukan aktivitas di dunia web melalui wordpress ini. Aku pikir setiap orang harus punya jejak yang ditinggalkan, ibarat pepatah : gajah mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang, maka&#8230;. manusia mati, tentu saja, minimal, meninggalkan nama. Tapi, <i>what kind of name</i> ? Itu adalah pilihanku untuk menentukan&#8230;. Aku pikir sebelum menentukan pilihan, aku harus  membuat terlebih dahulu kesempatan. Kalau ada orang bilang hidup adalah perkara menentukan pilihan, maka aku bilang hidup adalah perkara membuat kesempatan. Pilihan ada karena manusia punya kesempatan. Artinya, pilihan bisa kita &#8220;atur&#8221; dengan aktif dan giat dalam membuat kesempatan.</p>
<p>Oke, kembali ke laptop&#8230;.</p>
<p>So, aku mau meninggalkan apa? Untuk siapa? For <i>human kind?</i> <i>Absolutely!</i> Idealnya memang untuk umat manusia. Seperti seorang Muhammad yang meninggalkan Al-Quran dan Al-Hadits bagi umat Islam di muka bumi. Tentu dalam jangka panjang aku berusaha untuk dapat memberikan manfaat bagi manusia, tetapi yang aku pikirkan sekarang adalah manfaat untuk lingkungan terdekat, keluarga&#8230;. Aku ingin meninggalkan suatu hal yang dapat digunakan untuk keluargaku, terutama anak-anakku, yang dapat memberikan pencerahan pemikiran, wawasan, pengetahuan yang mungkin tidak akan mereka peroleh melalui lingkungan formal.</p>
<p>Lho, mengapa tidak dilakukan langsung saja di rumah? Kan sehari-hari sudah berada di rumah, berinteraksi dengan anak istri? Ya, hal tersebut memang sudah aku lakukan, tapi di era teknologi seperti saat ini, rasanya hal tersebut kurang <i>recordable </i>sementara ada wadah yang bisa digunakan untuk merekam polah tingkah manusia di manapun, kapan pun melalui media <i>cyber</i>&#8230;</p>
<p>Aku coba sekarang. Aku akan menulis, mencatat, merekam dunia melalui kaca mataku untuk nanti, suatu saat akan dilihat juga oleh anak-anakku, dan mudah-mudahan dapat memberikan hikmah yang sama dan memberikan manfaat sehingga hari esok mereka lebih baik.</p>
<p>Peun.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsaef.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsaef.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsaef.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsaef.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsaef.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsaef.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsaef.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsaef.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsaef.wordpress.com&amp;blog=3289846&amp;post=1&amp;subd=ahmadsaef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsaef.wordpress.com/2008/03/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4024041e74653c024f6696d8bb77ef73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Asep</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
