Aku adalah seorang ayah bagi anak-anakku
Aku adalah seorang suami bagi istriku
Aku adalah seorang anak bagi bapak dan ibuku
I just want to be at my best for that’s all…
Saat menulis ini usiaku 35 tahun. Dari 0 tahun sampai dengan 16 tahun, aku tinggal di rumah orangtuaku, setelah itu dilanjutkan dengan nge-kost selama sekolah, kuliah dan kerja sampai akhirnya menikah di usia 28 tahun. Dan, saat ini tinggal dengan istri dan anak-anakku di daerah Karawaci, Tangerang sejak tahun 2001….
Alhamdulillah, nikmat terbesarku adalah nikmat Islam. Setelah itu, yang patut aku syukuri adalah aku dilahirkan dan dibesarkan oleh bapak dan ibuku dengan sangat baik. Kemudian, saat ini, alhamdulillah, aku dikaruniai keluargaku sendiri, hal yang aku syukuri dan harus kuperjuangkan seperti kedua orangtuaku dulu terhadap anak-anaknya….
Bagiku hidup adalah ibadah kepada Allah SWT. Gampangnya, isilah hidup dengan bekerja keras. Motto yang selalu aku hayati dan coba laksanakan adalah : “…faidzhaa faaraghta fanshob, wailaa raabbika farghab…”. Kutipan surat Alam Nasyrah, yang artinya kurang lebih “..dan apabila telah selesai dengan satu urusan, maka segera selesaikan urusan yang lain…” Maka, nikmat hidup terletak pada kerja keras, dan di situlah hidup akan lebih bermakna.
Bekerja seharian di kantor bagiku telah jadi rutinitas, termasuk pernik-pernik kemacetan di belantara lalu lintas ibukota, ketika aku pergi dan pulang. Tak terhitung selama bekerja pengalaman yang aku jalani, suatu saat akan aku ceritakan di sini untuk bekal anakku ketika mereka tiba saatnya untuk bekerja. Pengalamanku dulu, karena bapak meninggal ketika aku baru bekerja, tak sempat kami bertukar cerita tentang lika-liku dunia bekerja, dan sering aku merindukan hal tersebut.
Dunia pekerjaanku sampai saat ini yang paling dominan mengisi hari-hari. Tentu saja dari senin sampai dengan jumat. Hanya malam hari kutuangkan waktu untuk anak-anakku, kendati bisa saja saat itu aku sudah cape, atau bahkan anak-anak telah tidur. Oleh karena itu, aku ingin mulai menulis agar ketika saatnya tiba anak-anakku bisa membaca, mereka akan mulai mengikuti jejak-langkah yang terekam di sini….
Peun.